Satu dari berbagai ragam karya seni yang bernafaskan karakter, dan taksu Bali adalah Barong. Sehubungan dengan Barong, ada berbagai figur binatang diwujudkan menjadi Barong, yang sangat terkenal adalah Raja Singa (Lion King) atau alam pikiran Hindu disebut” Banaspati”. Wujud “Banaspati” adalah wujud yang sangat sakral dan disungsung dibeberapa Pura di Bali, umumnya Pura Dalem. Biasanya Barong disungsung berdampingan dengan Rangda (Banaspati Raja), dimana keduanya sebagai simbul dua unsur kekuatan baik dan buruk, siang-malam, hitam-putih yang disebut “Rwa Bhineda”. Mengenai Barong ada termuat, didalam lontar Barong Swari dan Lontar Jaya Kesuma, disebutkan bahwa Sanghyang Trisemaya (Brahma, Wisnu, Iswara) turun ke dunia untuk menyelamatkan dan menetralisir kekuatan- kekuatan negatif (Bhuta). Beliau turun ke dunia menjadi topeng bang (jauk), Barong, Topeng putih (telek) sehingga dunia menjadi tentran kembali. Kembali pada koleksi di MSLKB ini jelas nampak adanya suatu keunikan tersendiri. Disamping berukuran besar, panjangnya +/- 5 m dan tinggi +/- 3 m, juga ekpresinya sangat menyeramkan, ditambah lagi dengan kombinasi hiasan, ukiran, warna yang sedemikian indah menambah kental karakteristik dan kekuatan magis yang dipancarkan. Barong semacam ini yang berskala besar biasanya difungsikan sebagai pengambeng-ambeng atau pelindung untuk menangkal kekuatan-kekuatan negatif yang akan mengganggu, sehingga kekuatan negatif bisa netral kembali. Dengan sedikit sesajen yang dihaturkan dimohonkan kekuatan magisnya untuk kepentingan keselamatan. Jadi Barong ini tidak dipentaskan dalam bentuk tarian.
The Biggest Barong ever done in Bali
Tahun : 2004 – 2005
Artis : Colaborasi Wayan Laba dari Tangkas, Klungkung dan Mangku Pica dari Puaya, Sukawati Gianyar
Category: Barong


Reviews
There are no reviews yet.