PROFILE

Museum ini didirikan oleh maestro seni lukis Bali, I Nyoman Gunarsa (1944-2017), yang dikenal sebagai pelopor gaya lukisan ekspresif Bali modern. Sejak muda, Gunarsa memiliki visi besar melestarikan seni lukis klasik Bali yang mulai tergerus modernisasi, mengumpulkan karya seni bernilai tinggi agar tidak hilang atau keluar dari Bali, menyediakan ruang edukasi bagi generasi muda beliau melihat bahwa banyak karya seni klasik Bali tersebar dan tidak terdokumentasi dengan baik.

Pembangunan museum dimulai pada tahun 1990 di daerah Takmung, Klungkung. Hal penting dalam proses ini Dibangun secara pribadi oleh Nyoman Gunarsa, Menggunakan dana sendiri hasil kariernya sebagai seniman, Dirancang sebagai pusat seni, bukan sekadar tempat pameran Setelah sekitar 4 tahun pembangunan, museum ini akhirnya diresmikan pada 1994 oleh Wardiman Djojonegoro (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu).

profile1

Setelah diresmikan, museum ini berkembang menjadi Salah satu museum seni terbesar di Bali Timur, Tempat penyimpanan ratusan koleksi seni klasik dan modern, Lokasi berbagai pameran seni nasional dan internasional. Museum ini juga aktif mengadakan Festival seni, Pameran budaya dan Workshop seni lukis.

Sebagai pendiri, Nyoman Gunarsa tidak hanya membangun museum, tetapi juga Menyumbangkan banyak karya pribadinya, Mengumpulkan koleksi dari berbagai daerah di Bali, Menjadikan museum sebagai warisan budaya untuk generasi mendatang. Gaya lukisannya yang khas (ekspresif, penuh gerak, dan warna kuat) juga menjadi daya tarik utama museum.

Setelah Nyoman Gunarsa wafat pada tahun 2017 Museum tetap beroperasi sebagai warisan budaya, Dikelola untuk menjaga visi dan misi beliau dan Tetap menjadi destinasi wisata seni dan edukasi.

Sejarah Museum Nyoman Gunarsa adalah cerita tentang dedikasi seorang seniman dalam menjaga identitas budaya Bali. Dari inisiatif pribadi, museum ini berkembang menjadi pusat seni yang berperan penting dalam pelestarian dan edukasi budaya.

profile2